KETIKA Galang lahir pada 1 Januari 1982 si bapak, yang perasaannya campur-aduk karena pertama kali merasakan diri jadi ayah—merasa harus bertanggung jawab, merasa mencintai, heran, bahagia, bangga punya keturunan dan sebagainya—menciptakan lagu berjudul Galang Rambu Anarki. Lagunya cukup terkenal dan masuk album Opini (1982).
Galang tumbuh jadi anak cerdas. Endi Aras sering main tembak-tembakan dengan Galang. Muhamad Ma’mun punya karakter rekaan yang sering diceritakannya pada Galang. Namanya “Gringgrong”—seorang jagoan “kayak Tarzan” yang bisa mengalahkan harimau, naik kuda, dan mengalahkan musuh. Tiap kali Ma’mun datang menginap, cerita Gringgong ditagih Galang. Di Condet hanya ada dua kamar, “Kalau saya nginep, Galang tidur sama bapaknya,” kata Ma’mun.
Ketika beranjak remaja, Ma’mun melihat Galang badannya bagus, berbentuk. Galang bukan tipe anak hura-hura. Kalau minta uang paling buat bayar taksi pergi ke sekolah. “Untuk beli-beli dia nggak punya uang,” kata Iwan. Galang juga besar tekadnya. Suatu saat Galang, yang belum bisa menyetir mobil dan tak punya surat izin mengemudi, ingin bisa mengendarai mobil. Solusinya? Galang mengendarai mobil sekaligus dari Jakarta ke Pulau Bali!
Tapi kekerasan Galang suatu hari membuat Iwan angkat tangan. Dia datang ke Ma’mun, “Mas gimana nih, Galang nggak mau sekolah lagi?”
“Terus maunya apa?”
“Embuh, main musik atau buka bengkel.”
Galang memutuskan keluar dari SMP Pembangunan Jaya di Bintaro, yang terletak dekat rumah dan termasuk salah satu sekolah mahal di Jakarta. Iwan sering pindah rumah dan waktu itu tinggal di Bintaro. Hingga Leuwinanggung ia sudah pindah rumah 12 kali. Usia Galang 14 tahun dan sedang memproduksi rekamannya yang pertama bersama kelompok Bunga. Iwan tak bisa berbuat banyak dan membiarkan Galang putus sekolah.
Galang pernah juga kabur meninggalkan rumah. Dalam pelarian, menurut Iwan, Galang melihat poster dan foto papanya di mana-mana. “Dia merasa diawasi,” kata Iwan. Galang merasa tak bisa lari dan kembali ke rumah.
Suatu saat Iwan curiga. Iwan bertanya, “Lang, lu pakai ya?”
“Mau apa tahu Pa?” kata Galang, ditirukan Iwan.
Iwan menganggap dirinya sudah insyaf. Kok Galang yang memakai? Iwan merasa Galang meniru papanya. Mula-mula rokok lalu obat. Endi Aras mengatakan Iwan agak teledor kalau menyimpan ganja atau merokok.
Galang menerangkan dia hanya mencoba. Rasanya pusing serta teler. “Ya udah, kalau sudah tahu ya udah,” kata Iwan.
Kebetulan Galang punya pacar, seorang cewek gaul bernama Inne Febrianti, yang juga keberatan Galang memakai obat-obatan. Inne mendorong Galang tak memakai obat-obatan.
“Dia bukan pemakai. Dia sangat cinta pada keluarganya. Kontrol diri sangat kuat,” kata Iwan.
Kamis malam 24 April 1997 sekitar pukul 11:00 malam Galang pulang ke rumah, setelah latihan main band. Dia makan lalu pamit pada papanya mau tidur. Mamanya lagi tak enak badan. Iwan masih mendengar Galang telepon-teleponan.
Subuh sekitar 4:30 Kelly Bayu Saputra, sepupu Galang yang tinggal di sana, mau mengambil sisir di kamar Galang. Kelly memanggil Galang tapi tak bangun. Kelly mendekati Galang dan menggoyang-goyangkan badannya. Lemas. Kelly kaget. Dia mengetuk kamar Yos. Yos bangun dan menemukan Galang badannya dingin. “Saya turun ke bawah, panggil Iwan,” kata Yos.
Keluarga heboh. Iwan terpukul sekali. Pagi itu saudara-saudaranya datang. Mereka menghubungi semua kerabat dan teman. Leo Listianto, adik Iwan, menelepon Ma’mun di Karawaci. “Saya masih tidur, antara percaya, tidak percaya,” kata Ma’mun.
Sepuluh menit kemudian, Ma’mun ditelepon Dyah Retno Wulan, adiknya Leo, biasa dipanggil Lala, juga memberitahu Galang meninggal. “Saya bengong,” kata Ma’mun. Dia segera menuju Bintaro.
Fidiana menerima telepon dari Ari Ayunir. Fidiana membangunkan Iwang Noorsaid, suaminya, “Wang, ini ada berita duka … Galang meninggal.” Mereka agak tak percaya karena beberapa hari sebelumnya pasangan ini bertamu ke Bintaro dan melihat Galang mondar-mandir. Mereka mencoba telepon ke Bintaro tapi nada sibuk. Mereka menelepon Herri Buchaeri, Endi Aras, dan beberapa rekan lain sebelum naik mobil ke Bintaro.
Endi Aras mengatakan, “Pagi-pagi aku dapat kabar. Iwang Noorsaid yang telepon.” Endi sampai di Bintaro sekitar pukul 5:30. “Aku ikut memandikan (jasad Galang),” kata Endi.
Ketika Iwan memandikan jasad anaknya, dia berujar berkali-kali, “Galang, kamu sudah selesai, Papa yang belum … Lang, kamu sudah selesai, Papa yang belum ..…” Kalimat itu diucapkan Iwan berkali-kali.
Ma’mun dirangkul Iwan. “Jagain Mas, jagain anak-anak Mas,” kata Iwan, seakan-akan hendak mengatakan ia sendiri kurang menjaga anaknya dengan baik.
“Yos histeris, menangis ketika saya peluk. ‘Aduh, anak saya sudah meninggal mendahului saya,’” kata Fidiana. Iwan tak banyak bicara, menunduk, menangis, dan hanya bilang “terima kasih” kepada tamu-tamu. “Kepada kita dia nggak ngomong sama sekali,” kata Fidiana.
Galang dimakamkan di mana? Ada usul pemakaman Tanah Kusir dekat Bintaro. Iwan emosional, ingin memakamkan Galang di rumahnya. Bagaimana aturannya? Iwan pun memutuskan menelepon kyai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari Nahdlatul Ulama. Saat itu Gus Dur belum jadi presiden Indonesia. Iwan menganggap Gus Dur “guru mengaji” yang terbuka, tempat orang bertanya. Gus Dur mengerti hukum Islam maupun hukum pemerintahan.
Gus Dur dalam telepon menjelaskan dalam aturan Islam diperbolehkan memakamkan jenazah di rumah. Pemakaman bergantung wasiat almarhum atau keinginan keluarga. Tapi di Jakarta tak bisa memakamkan orang di rumah sendiri karena keterbatasan lahan. “Di Jakarta nggak boleh … kalau Bogor boleh.”
Kata “Bogor” itu mengingatkan Iwan pada Leuwinanggung. Keluarga pun memutuskan Galang dimakamkan di Leuwinanggung.
Menurut Harun Zakaria, seorang tetangga Iwan di Leuwinanggung, yang juga menjaga kebun Iwan, dia dihubungi Lies Suudiyah, ibunda Iwan. “Bu Lies datang ke sini. Dia bilang, ‘Cucunda meninggal. Tolong di sini kuburannya,” kata Harun.
Jenazah disemayamkan dulu di masjid Bintaro. Sekitar 2.000 jamaah salat Jumat di masjid itu ikut menyembahyangkan Galang. Banyak seniman, tetangga, kenalan Iwan, dan Yos datang menyampaikan duka. Setiawan Djody, W.S. Rendra, Ayu Ayunir, Jalu, Totok Tewel, Jockie Suryoprayogo, juga tampak di sana. Spekulasi wartawan maupun pengunjung memunculkan gosip bahwa dada Galang kelihatan biru. Galang digosipkan overdosis. Ini merambat ke mana-mana karena tubuh Galang kurus ceking.
Orang sebenarnya tak tahu persis penyebab kematian Galang karena tak ada otopsi terhadap jenazahnya. Kawan-kawan Iwan memilih diam. Mereka merasa tak nyaman mengecek spekulasi overdosis kepada orangtua yang berduka. Kresnowati pernah diberitahu Yos bahwa penyebab kematian Galang penyakit asma. Fidiana mengatakan beberapa hari sebelum kematian, Yos mengatakan Galang lagi sakit-sakitan. Iwan mengatakan pada saya, fisik Galang “agak lemah” dan “Galang lemah di pencernaan.”
Namun Iwan dan Ma’mun menyangkal spekulasi overdosis. Galang memang mencoba obat-obatan tapi tak serius. Iwan mengatakan dua bulan sebelum meninggal, Galang “sudah bersih.” Iwan percaya anaknya punya kontrol diri.
Menurut teman-temannya, Yos menilai petualangan Galang merupakan protes terhadap Iwan. Galang butuh perhatian papanya tapi Iwan terlalu sibuk. Yos di mata mereka lebih tabah menghadapi kematian Galang. Iwan lebih terpukul dan menyesal. “Setelah Galang meninggal, dia sudah nggak nggelek-nggelek. Salatnya sudah rajin,” kata Endi Aras.
September lalu di keheningan Leuwinanggung, saya tanyakan pada Iwan bagaimana perasaannya sekarang, lima tahun setelah kematian Galang.
Dia menggeser posisi duduknya dan mengatakan, “Sampai sekarang masih ngimpi, terutama zaman manis-manisnya ketika Galang masih kecil.”
Iwan mengatakan kalau bercermin pada masa-masa ketika Galang masih ada, dia melihat kekurangan-kekurangannya sebagai suami maupun ayah. “(Kematian Galang) membuat saya menghargai fungsi bapak, fungsi suami. Kalau saya dulu bisa lebih bersahabat, jadi gurunya, jadi lawannya, mungkin akan lain ceritanya.”
“Tapi ini semua nggak bisa dibalik.”
Diambil hikmahnya, Iwan bercerita bahwa kematian Galang jadi “api” buat dirinya dalam bermusik.
“Dia pilih musik, bahkan dia keluar sekolah. Dia mau menikah waktu itu. Dia percaya musik bisa menghidupi istrinya. Masakan saya nggak berani … rasanya di sini senep (sesak) … hoooaah … dari sini senep … apalagi kalau kenangan-kenangan itu datang,” kata Iwan. Dia tiba-tiba berteriak, “Hoooooooaaaaah ….”
Saya mengalihkan pandangan mata saya dari mata Iwan. Dia menelungkupkan kedua tangannya di dada. Kami diam sejenak. Saya minta maaf karena mengingatkannya pada kematian Galang. Iwan bilang tak apa-apa. “Kadang-kadang kalau lagi sedih … senep. Tapi kalau lagi senang ya lupa lagi.”

galang rambu anarki – iwan fals,, sebuah kecintaan terhadap seorang putra
March 15, 2009
jualan jualan jualan
March 11, 2009berdagang,,, ini kata yg apaling favorit buat saya, tapi jadi kegiatan paling menantang juga untuk dilaksanakan. harus putar otak berkali-kali dan harus jatuh bangun juga berkali-kali. menjadi seorang manajer itu ternyata butuh banyak keberanian dan totalitas yg lebih untuk menjadi seorang entreuprener sejati. udah capek kerja dibawah orang lain, mulai dari EO, sales promotion boy, WO, sampe pembuatan seminar edukatif. huhh,,, ga ada kata menyerah sih, berkorban ratusan ribu, mungkin juga uda jutaan tapi masih belum kapok juga. hehehe
sekarang, dengan adanya mata kuliah entreuprener, baru kelihatan kalau menjadi seorang manajer itu ternyata *&%*$*% (it mean *&*$^$) hahaha..
tapi,, tidak akan menyerah!!!
saya tawarkan proyek “house of baby”, proposal lengkap, dengan perincian dibidang operasi, finance, HR (sumber daya manusia), dan marketing. jual kalung2an cewe2an juga, jual lulur2an buat cewe, lulur2an dari bali, etc. apa yg bisa di jual lah. sama ngejual jasa diri untuk berkonsep maupun dijadiin SPB lagi.. sedih banget yak..

pendekatan pengaruh dan wewenang dalam kehidupan pribadi
January 1, 2009pengaruh dan wewenang merupakan 2 hal yang berbeda, dimana masing-masing kata tersebut memiliki makna yang berbeda. pengaruh merupakan media pendekatan kepada orang lain dengan menggunanakan aspek-aspek normatif dan kharismatik yang dirancang secara natural oleh akal dan pikiran kita. ketika kita menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam sebuah pergaualan, maka hal apapun yang kita lakukan akan menjadi tren dalam pergaualan tersebut. kita dapat menggunakan pengaruh sebagai motivator, guru, bahkan bos bagi pergaulan di sekitar kita. tentunya kita memanfaatkan keadaan tersebut secara positif dan tidak akan mempergunakannya untuk kegiatan berarah negatif. saat pengaruh itu timbul, akan hadir rasa respect yang besar dari anggota komuniti dimana akan terjadi pendekatan kekeluargaan yang lebih menghangatkan dari pada sekedar mengatasnamakan wewenang seseorang.
berbeda dengan pengaruh, wewenang sendiri merupakan sebuah jobdesk yang harus dikerjakan dan harus di patuhi oleh komuniti sekitar. misalnya wewenang kita sebagai pemimpin suatu kelompok adalah menugaskan anggota kelompok kita untuk mengerjakan setiap job desk yang di berikan. wewenang lebih bersifat berandil besar dalam mengarahkan suatu pekerjaan. wewenang lebih miilki taji dalam menggerakkan roda organisasi, disamping di dukung kemampuan yang lebih dari para peserta komuniti, wewenang yang diberikan juga memiliki responsibility yang besar. dimana orang yang memegang wewenang adalah orang yang memegang seluruh tanggung jawab kegiatan tersebut.
pengaruh tanpa wewenang bukan merupakan suatu masalah. namun wewenang tanpa pendekatan pengaruh yang baik akan menjadi bencana bagi si pemegang wewenang. ketika pemegang wewenang kurang berpengaruh untuk mensupport anggota komunitinya, hal ini akan mengakibatkan kurangnya sikap respect dan kemauan untuk bekerja lebih keras dalam kelompoknya. ketika pengaruh itu hilang, akan timbul kebencian dan perang dingin dalam sebuah kelompok, ketika pengaruh itu hilang akan terjadi chaos disana dini dan bisa-bisa terjadi pergerakan yang separatis dan akan berakibat pemecatan pada pemegang wewenang.
lakukanlah pendekatan pengaruh pada setiap wewenang yang kita dapatkan. insyaallah akan tercapai hasil yang maximal dan suasana kerja yang nyaman. bukankah jika dalam suatu organisasi tercipta sebuah struktur kekeluargaan akan meningkatkan kenyamanan bagi anggota kelompoknya yang akan memebrikan citra positif bagi anggota kelompok tersebut dan timbul rasa saling memiliki dan mencintai untuk dapat saling tolong mnolong dan mampu membri masukkan secara positif dan benar untuk kemajuan sebuah organisasi. benar tidak?

mahasiswa dalam kehidupan bernegara
December 4, 2008politik. kata ini pasti tidak akan asing di telinga para mahasiswa indonesia. dari zaman ke zaman mahasiswa indonesia selalu aktif mengikuti pergulatan politik di negeri ini yang masih di anggap carut marut oleh sebagian mahasiswa kritis saat ini. pendiri sumpah pemuda adalah sekelompok pemuda yang berkategori mahasiswa, perancang kemerdekaan juga berasal dari mahasiswa, pegolakan di tahun 1968, 1987,1997 dan tahun-tahun berikutnya juga selalu di sebut nama “mahasiswa”. betapa agungnya nama ini, hingga terus diperhitungkan. dengan skala yang sangat besar dan dengan potensi yang besar pula, mahasiswa telah menjadi basis perlawanan terhadap negara. namun di tunjang juga dengan sikap aktif dalam dunia pendidikan.
mahasiswa dalam kehidupan bernegara, harusnya menjadi instrumen nyata pemerhati kegiatan politik dalam suatu negara. harusnya mahasiswa mampu mendengar dan menyampaiakn dengan baik dan benar apa yang ingin disampaikan oleh rakyat jelata kepada pemerintah dengan penyampaian seorang intelektual yang berpikiran jernih dengan hati yang tenang. bukannya malah menciptakan kebencian dari masyarakat kepda mahasiswa seperti belakangan ini. lebih banyak aksi seporadis dari pada aksi damai yang terjadi, apakah ini merupakan efek kurangnya pamahaman oleh mahasiswa terhadap masalah yang ada di negeri ini? atau selama ini aksi-aksi yang terjadi tidak terkontrol dengan baik, seperti yang di lakukan oleh seorang Soe Hok Gie di tahun 1966 dimana ia menyampaikan gagasannya untuk melakukan aksi damai di jakarta walaupun berakhir dengan tragis.
peristiwa 1996-1998 dijakarta juga mengindikasi hal serupa yang dilakukan oleh Soe Hok Gie dan teman-teman di era lampau. mulai dari aksi damai, hingga emosi yang tak tertahankan dari mahasiswa dan akhirnya terjadi pergolakan yang menewaskan beberapa orang sahabat mahasiswa dan beberapa korban polisi juga. dan pada akhirnya kita kembali kepada itikad kita sebagai mahasiswa, terpelajar, berbudu luhur yang baik, kritis dan mampu meredam aksi masyarakat dengan jalan berdiskusi dan aksi damai, NAMUN, jika tidak direspon aksi-aksi separatis mungkin juga perlu di lakukan. karena pemerintah tidak akan pernah terusik oleh permintaan rakyatnya sebelum rakyatnya benar-benar menderita dan benar-benar kalap sehingga tercipta chaos yang benar-benar parah si negeri ini.
teruskan perjuangan kita para mahasiswa, namun perlu di ingat tugas utama kita adalah BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR, yang kedua, BERORGANISASI, yang ketiga, BERBICARA, dan yang keempat BERGAUL DENGAN UMAT SELURUH DUNIA untuk menambah wawasan tentunya.
salam MAHASISWA INDONESIA!!

pendekatan pengaruh dan wewenang dalam kehidupan pribadi
December 4, 2008pengaruh dan wewenang merupakan 2 hal yang berbeda, dimana masing-masing kata tersebut memiliki makna yang berbeda. pengaruh merupakan media pendekatan kepada orang lain dengan menggunanakan aspek-aspek normatif dan kharismatik yang dirancang secara natural oleh akal dan pikiran kita. ketika kita menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam sebuah pergaualan, maka hal apapun yang kita lakukan akan menjadi tren dalam pergaualan tersebut. kita dapat menggunakan pengaruh sebagai motivator, guru, bahkan bos bagi pergaulan di sekitar kita. tentunya kita memanfaatkan keadaan tersebut secara positif dan tidak akan mempergunakannya untuk kegiatan berarah negatif. saat pengaruh itu timbul, akan hadir rasa respect yang besar dari anggota komuniti dimana akan terjadi pendekatan kekeluargaan yang lebih menghangatkan dari pada sekedar mengatasnamakan wewenang seseorang.
berbeda dengan pengaruh, wewenang sendiri merupakan sebuah jobdesk yang harus dikerjakan dan harus di patuhi oleh komuniti sekitar. misalnya wewenang kita sebagai pemimpin suatu kelompok adalah menugaskan anggota kelompok kita untuk mengerjakan setiap job desk yang di berikan. wewenang lebih bersifat berandil besar dalam mengarahkan suatu pekerjaan. wewenang lebih miilki taji dalam menggerakkan roda organisasi, disamping di dukung kemampuan yang lebih dari para peserta komuniti, wewenang yang diberikan juga memiliki responsibility yang besar. dimana orang yang memegang wewenang adalah orang yang memegang seluruh tanggung jawab kegiatan tersebut.
pengaruh tanpa wewenang bukan merupakan suatu masalah. namun wewenang tanpa pendekatan pengaruh yang baik akan menjadi bencana bagi si pemegang wewenang. ketika pemegang wewenang kurang berpengaruh untuk mensupport anggota komunitinya, hal ini akan mengakibatkan kurangnya sikap respect dan kemauan untuk bekerja lebih keras dalam kelompoknya. ketika pengaruh itu hilang, akan timbul kebencian dan perang dingin dalam sebuah kelompok, ketika pengaruh itu hilang akan terjadi chaos disana dini dan bisa-bisa terjadi pergerakan yang separatis dan akan berakibat pemecatan pada pemegang wewenang.
lakukanlah pendekatan pengaruh pada setiap wewenang yang kita dapatkan. insyaallah akan tercapai hasil yang maximal dan suasana kerja yang nyaman. bukankah jika dalam suatu organisasi tercipta sebuah struktur kekeluargaan akan meningkatkan kenyamanan bagi anggota kelompoknya yang akan memebrikan citra positif bagi anggota kelompok tersebut dan timbul rasa saling memiliki dan mencintai untuk dapat saling tolong mnolong dan mampu membri masukkan secara positif dan benar untuk kemajuan sebuah organisasi. benar tidak?

bekerja lebih pintar bukan lebih keras
December 4, 2008dalam setiap kegiatan yang kita lakukan acap kali kita merasa telah melakukan lebih dari hasil yang kita lihat. hal ini dikarenakan kita terlalu memfokuskan diri pada tenaga yang kita keluarkan, dengan satu ide inti dan ribuan tetesan keringat kita merasa kerja kita telah maximal. namun kenyataannya berbeda, kegiatan yang kita lakukan akan terasa lebih ringan apabila kita mencari 1001 cara untuk meringankannya. bukankah untuk mempermudah jaringan komunikasi, ada orang yang telah menciptakan telepon dan telepon selular? itu adalah hal pintar, dari pada berkirim surat atau harus mengujungi setiap saat hanya untuk menyampaikan pesan.
jadi, simpanlah tenaga anda sebesar-besarnya, dan alokasikan untuk berpikir, berpikir, dan berpikir. senantiasa anda akan terbiasa untuk berpikir mencari kemudahan dan melaksanakannya dengan senang hati, maka anda akan dapat tidur nyenyak dengan tenang tanpa memikirkan pekerjaan hari esok selanjutnya.
salam sukses mahasiswa!!

Hello world!
December 3, 2008Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Bandung pusat informasi pariwisata Indonesia
December 3, 2008keberhasilan kota Bandung menjadi kota kreatif se asia tenggara,
harusnya bisa kita manfaatkan ke dalam berbagai aspek kehidupan
indonesia. di saat semua mata dunia tertuju pada kota bandung, dengan
semangat pemudanya yang tinggi, disitu pula kita bisa mencuri
perhatian dunia lewat promosi pariwisata yang ada di Indonesia.
komunitas-komunitas yang ada di bandung, yang rata-rata memiliki
koneksi luar negeri kenapa tidak kita manfaatkan sebagai ajang promosi
tempat wisata di indonesia.
contoh nya saja, melalui myspace, kita bisa menyelipkan beberapa info
tentang keindahan alam indonesia, satu tempat yang kita promosikan
dalam halaman myspace kita dan dibaca oleh ratusan pengguna web dan
pemakai myspace di dunia dapat menarik minimal satu orang untuk
berkunjung ke indonesia. segala kemungkinan pasti terjadi.
bukankah kita ingin indonesia mendapatkan devisa banyak dari
pariwisata? bukankah ketika tingkat kunjungan ke indonesia dari
indonesia akan meningkatkan pendapatan para manusia kreatif di
indonesia? bukankah ketika mereka berbondong-bondong membaca dan
saling menginformasikan tentang indonesia, pelan2 kita akan semakin di
perhitungkan pariwisatanya di indonesia?
mungkin butuh perhatian untuk mengelola ide ini dari panitia
penyelenggara visit indonesia 2008, walau tahun 2008 sebentar lagi
akan memasuki penghujung tapi indonesia harus tetap menjadi negara
yang aman untuk di kunjungi hingga kiamat kelak, benar tidak? dengan
keyakinan bahwa para kreator di bandung bukan hanya berasal dari kota
bandung, saya yakin semua tempat wisata di indonesia, mulai dari yang
familiar hingga yang paling tidak pernah terdengar akan hadir di dalam
website anda masing-masing.
mulailah kita berpikir untuk membesarkan negara ini, karena jika kita
hanya berpikir untuk membesarkan diri kita sendiri, maka negara ini
akan berjalan pelan seiring dengan pelannya kemauan kita untuk
membesarkan negara ini.
mari kita mulai dari kota bandung,, yang punya predikat dan nama yang
cukup di segani di seantero asia tenggara, lalu asia, lalu eropa,
amerika, afrika,australia dan terakhir mungkin, orang eskimo pengen
jalan2 di puncak jayawijaya. hahaha,,
sekian,, berbanggalah dengan negara kita ini, karena sesungguhnya kita
lebih kaya dari apa yang kita rasa. kita adalah negara terkaya di
dunia dan sepanjang zaman. MERDEKA!!
kunjungi blog pulau sumatra dan keindaha alamnya:
http://yoeharson.blogspot.com/

seminar creative management
December 3, 2008Creative Management
“a mix of creative economic and good business management”
v Economic Creative
Pada dasarnya pertumbuhan ekonomi kreatif digerakkan oleh kapitalis kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk atau jasa dengan kandungan kreatif. Kata kuncinya adalah kandungan kreatif yang tinggi terhadap masukan dan keluaran aktivitas ekonomi ini. istilah ekonomi kreatif memang masih relative baru. Tidak mengherankan kalau pengertiannya belum didefinisikan dengan jelas. Secara umum dapat dikatakan bahwa ekonomi kreatif adalah system kegiatan manusia yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa yang bernilai cultural, artistic, estetika, intelektual, dan emosional bagi para pelanggan di pasar.
John howkins dalam The Creative Economy (2001) menemukan kehadiran gelombang ekonomi kreatif setelah menyadari untuk pertama kalinya pada tahun 1996 karya hak cipta Amerika Serikat mempunyai nilai penjualan ekspor sebesar 60,18 miliar dolar, yang jauh melampaui ekspor sector lainnya, seperti otomotif, pertanian, dan pesawat. Dia mengusulkan 15 kategori industry yang termasuk dalam ekonomi kreatif (dapat dilihati di Tabel 1). Perlu diketahui, interpretasi negara-negara didunia tidak secara mutlak mengacu ke 15 sektor ini, negara-negara didunia mengkontektualkan lagi sesuai kondisi dan prioritas negaranya masing-masing.
Ekonomi creative patut untuk dikembangkan di tengah ancaman krisis yang melanda dunia khusus Indonesia. Kita dihadapkan oleh ratusan perusahaan dalam negeri dan luar negeri yang berbondong-bondong melakukan PHK terhadap ribuan tenaga kerja di dunia. Apa lagi yang dapat kita lakukan selain menciptakan lapangan kerja baru serta selalu mencari ide posotif baru yang dapat menghasilkan pundi-pundi dalam kehidupan kita.
Oleh Menteri ekonomi, Mari Elka Pangestu, mengungkapkan, peran industri ekonomi kreatif tak bisa dianggap remeh. Sepanjang 2002-2006, industri kreatif Tanah Air menyumbang Rp 104,6 triliun atau 6,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB); dan berkontribusi 10,6 persen dari total ekspor atau senilai Rp 81,4 triliun. Ini tentu capaian fantastis, mengingat Singapura saja, kontribusi industri kreatif hanya 2,8 persen terhadap PDB. Sementara Inggris mencapai 7,9 persen. Karena tak bisa dibilang kecil, pemerintah akan mendukung penuh 15 sektor industri kreatif.
Ekonomi kreatif memberikan gambaran kepada kita tentang situasi bisnis persaingan paling kejam. Kelas kreatif di dalam industry ini tidak pernah berpuas diri dan selalu mencari jalan untuk berinovasi kalau ingin terus berkembang dan tumbuh. Kunci suksesnya antara laian kepiawaian dalam membaca peluang, kecepatan menghadirkan produk dalam merebut peluang, kecermatan dalam memperhitungkan tingkat resiko berikt dengan rencana cadangan, kemampuan berkolaborasi dengan pihak lain, dan siasat yang jitu dalam menghadapi persaingan. Tidak heran bahwa industry kreatif mempunyai cirri-ciri antara lain siklus hidup produknya yang semakin banyak, bersifat musiman atau menurut peristiwa tertentu, produk yang mudah di bajak atau di tiru, dan tingkat persaingan yang ketat.
Oleh karena itu di butuhkan perencanaan yang benar-benar matang, selain harus di dukung oleh 3T, yaitu:
- Talenta: Sudah jelas, untuk menghasilkan sesuatu yang berdaya saing, dibutuhkan sdm yang baik, yaitu Talenta. Orang-orang yang memiliki talenta memiliki penghasilan yang tinggi dari gagasan-gagasan kreatifnya. John Howkins menyebut mereka sebagai orang-orang yang hidup dari penciptaan gagasan dan mengeksploitasinya dengan berbagai cara. Florida mengklasifikasi kelas ini, ada yang bernuansa akademik (universitas), ada yang berorientasi teknologi (tech-pole) ada yang bernuansa artistik (bohemian), pendatang (imigran & warga negara keturunan etnis tertentu) bahkan sampai pada yang bernuansi orientasi sex (gay). Tom Peters bahkan mengatakan dalam seminarnya, dengan gaya yang khas ia mengatakan: bila anda ingin inovatif, gampang saja, bergaulah dengan orang-orang aneh dan anda akan bertambah kreatif. Tapi jika anda bergaul dengan orang-orang yang membosankan, anda akan semakin membosankan juga.
- Toleransi: Sebelum era ekonomi kreatif ini teridentifikasi, orang beranggapan bila ingin mendapat pekerjaan sebaiknya pindah kesuatu daerah dimana terdapat pengkonsentrasian kawasan-kawasan industri (Aglomerasi). Mungkin itu tetap benar. Namun jaman juga mengalami perubahan. Florida mengatakan bahwa saat ini lapangan pekerjaan akan tercipta di tempat-tempat dimana terdapat konsentrasi yang tinggi dari para pekerja kreatif, bukan kebalikannya. Mengapa, mudah saja, orang-orang yang memiliki talenta tinggi memiliki daya tawar yang tinggi, mereka memiliki banyak alternatif karena permintaan tinggi. Bila mereka ditawari pekerjaan didaerah-daerah yang sepi dan membosankan, mereka cenderung akan menolak, maka yang lebih berkepentingan adalah user dari pekerja kreatif ini dan user akan mengalah, asalkan mereka mendapat SDM yang berkualitas. Bahkan juga dengan adanya internet, pekerja-pekerja bahkan tidak perlu masuk ke kantor, cukup bekerja jarak jauh baik di cafe maupun di rumah-rumahnya. Tom Peters kembali membuat analogi seperti ini: bayangkan anda membangun sebuah stadion olah raga yang sangat canggih disuatu kota, tapi tidak ada kelompok sepak bola yang handal dikota itu. Apakah penonton akan datang ke kota tersebut untuk melihat pertandingan yang tidak bermutu? Tentu tidak. Apa hubungannya dengan Toleransi? Ini berkaitan dengan iklim keterbukaan. Bila suatu daerah memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap gagasan-gagasan yang gila dan kontroversial, serta mendukung orang-orang yang berani berbeda, maka iklim penciptaan kreatifitas dan inovasi akan semakin kondusif, karena pekerja kreatif dapat bebas mengekpresikan gagasannya. Termasuk dalam toleransi adalah kemudahan untuk memulai usaha baru dan ketersediaan kanal-kanal solusi finansial untuk mengembangkan bisnis.
- Teknologi. Teknologi sudah menjadi keharusan dan berperan dalam mempercepat, meningkatkan kualitas dan mempermudah kegiatan bisnis dan bersosial. Dewasa ini semakin banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh teknologi membuat manusia sebagai operatornya memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan gagasan-gagasan baru. Jika pernyataan ini saya balik, maka menjadi demikian: semakin manusia direpotkan oleh aktivitas fisik dan tidak dibantu oleh teknologi, maka sebagian besar waktu manusia akan habis terbuang untuk urusan teknis. Dalam arti lain: teknologi menunjang produktifitas. Dengan demikian, kemudahan mengakses dan membeli teknologi, transfer teknologi adalah faktor penting dalam pembangunan ekonomi kreatif. Contoh dalam penggunaan perangkat lunak. Bagi Negara berkembang seperti Indonesia, pembelian lisensi perangkat lunak adalah suatu kendala besar karena harga perangkat lunak di Jakarta masih relatif sama dengan harga di New York. Tentu dirasakan mahal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Biaya mengakses internet di Indonesia juga masih dirasakan terlalu tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Ini adalah faktor penghambat kelancaran lahirnya industri-industri baru.
Jadi, telah jelas bahwa realitas dan fenomena ekonomi kreatif sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi Indonesia yang telah terbukti memiliki aset kreativitas sejak dulu. Indonesia tidak kekurangan modal kreatifitas hanya kekurangan kemampuan mengintegrasikannya. Untuk itu langkah-langkah yang dibutuhkan adalah: Mengenali apa yang kita miliki (jati diri bangsa dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia) dan menyusun langkah-langkah konstruktif sebagai berikut:
- Menyusun Cetak Biru Ekonomi Kreatif Indonesia yang melibatkan seluruh Stake Holder.
- Mengajukan usulan kebijakan Ekonomi Kreatif yang konprehensif
- Menggiatkan inisiatif, baik swasta maupun Pemerintah untuk menciptakan tempat-tempat pengembangan talenta industri kreatif didaerah-daerah
- Menciptakan produk & jasa yang kreatif dan berbasis budaya berdasarkan prioritasnya, misalnya:
- Pariwisata
- Kerajinan
- Gaya Hidup (spa, herbal, kulinari)
- Furniture, dll - Menciptakan pasar berbasis budaya didalam negeri karena selama ini selalu menjadi target pasar dari negara lain
- Menumbuhkan semangat invovasi dan kreativitas didalam dunia pendidikan agar generasi muda mampu melahirkan gagasan baru berdasarkan apa yang sudah dimiliki sejak dulu
- Transfer teknologi yang konsisten terhadap industri kreatif berwawasan budaya seperti disebut diatas
- Meningkatkan pendapatan devisa berbasis kreatif atas sektor-sektor tersebut diatas
- Promosi Potensi Indonesia
- Alam
- Warisan Budaya (herritage)
- Budaya - Sosialisasi, diseminasi dan promosi secara sistimatis tentang kekuatan Indonesia dibidang Industri kreatif agar diperhitungkan di Peta kompetensi Dunia.
Tentu saja agenda yang diutarakan disini barulah sebuah insights untuk pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia. Dan untuk mengintegritaskan seluruh agenda, konsep dan rencana jangka panjang, tentunya kita akan membutuhkan sebuah manajemen yang baik pula, yang akan dipaparkan di bawah ini.
v MANAJEMEN BISNIS
1. MANAJEMEN BISNIS
Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus dijalankan dengan tepat dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang serius dan mantap. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi. Bila salah satu komponen gagal maka akan mengganggu komponen lain. Berikut adalah komponen-komponen bisnis tersebut:
- Manajemen, yaitu bagian yang merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Komponen ini bisa disebut sebagai backend yaitu komponen yang berada di belakang layar.
- Kekuatan brand atau image, yaitu karisma, kekuatan emosional yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan pandangan/perasaan masyarakat terhadap perusahaan atau produk.
- Produk atau Layanan, komponen yang dijual atau ditawarkan kepada pasar. Komponen ini bisa disebut sebagai front end karena komponen ini berada didepan. Komponen inilah yang berhadapan dengan masyarakat.
- Partner, yaitu pihak yang ikut membantu dalam menjalankan bisnis.
- Pelanggan, yaitu pihak yang akan menerima tawaran atau membeli produk dan layanan yang ditawarkan.
Dalam membentuk perencanaan yang matang untuk melakukan suatu kegiatan bisnis, berikut langkah-langkah yang harus kita ketahui :
· The Scope Of Bussiness, ruang lingkup bisnis
· Business Environment, lingkungan bisnis
· Business Ethics & Responsibility, etika dan tanggung jawab bisnis
· The Legal Form of the Business Ownership, surat izin kepemilikan perusahaan
· The Global Context of Business, konteks bisnis global
· The Function of Management, fungsi manajemen
· Organizing the Business Enterprise,
· Marketing Process & Consumer Behavior, proses pemasaran dan perilaku konsumen
· Principle of Accounting & Finance, dasar akuntansi dan keuangan
· Managing Human Resource, manajemen SDM
· Managing Operation & Improving Quality, manajemen operasi dan peningkatan kualitas
· Managing Information System & Communication Technology. Sstem Informasi Manajemen dan teknologi komunikasi
Hal-hal yang harus diperhatikan:
v Laws and regulation
Ø What are some key laws and regulations under which this company and industry must operate ?
v The economy
Ø How does the state of the economy influence the sales of this company’s product?
v Technology
Ø What new technologies strongly affect the company you have selected?
v Demographics
Ø What changes in the population might affect the company’s customer based ?
v Social issues
Ø What changes in society affect the market for your company’s products ?
v Suppliers
Ø How does you company’s relationship with suppliers affect its profitability ?
v Competitors
Ø What companies compete with the firm you have selected? Do they compete on price, on quality, or on other factors ?
v New Entrants
Ø Are new competitors to the company likely ? Possible!
v Substitutes
Ø Is there a threat of substitutes for this industry’s existing products ?
v Customer
Ø What characteristics of the company’s customer based influence the company’s competitiveness ?
2. Menggali dan Menjaring Kreativitas
PENGEMBANGAN bisnis hanya akan terjadi bila terus ditemukan kreativitas dalam seluruh aspek manajemen bisnis, baik dari produk, proses, marketing dan lainnya agar dapat diimplementasikan menjadi inovasi. Sebagai contoh inovasi produk kripik salak muncul karena adanya hasil salak yang cukup melimpah serta teknologinya tidak terlalu jauh berbeda dengan proses pembuatan kripik pisang. Viral marketing muncul setelah penggunaan media internet menjamur dan familiar di masyarakat.
Kreativitas, ide-ide baru dan inovasi sangat erat hubungannya. Kreativitas adalah segala hal yang berhubungan dengan munculnya ide-ide baru. Sedang inovasi merupakan tindakan yang berkait dengan penerapan ide-ide baru. Dalam manajemen bisnis modern, kreativitas dan inovasi bukan semata-mata milik Departemen Research and Development (Departemen R & D), tetapi bisa digali dan dijaring melalui seluruh unsur perusahaan atau masyarakat. Memang diperlukan sikap terbuka dari manajemen bisnis terhadap segala saran atau ide-de baru.
Media apa yang dapat kita gunakan dalam menggali dan menjaring kreativitas? Di antaranya:
· Kotak saran.
Melalui kotak saran yang ditempatkan di lokasi yang strategis di lingkungan perusahaan akan membuka kesempatan seluruh komponen baik karyawan dari semua departemen atau tingkatan, pemilik, dan masyarakat memberikan saran atau ide-ide kreatifnya. Saran atau ide dapat bersifat terbuka mencantumkan identitas penulis saran/ide atau tertutup tanpa identitas penulis saran/ide. Manfaat informasi penulis saran/ide, agar manajemen dapat memberikan insentif bagi ide-ide kreatif yang dapat di implementasikan dan bermanfaat bagi perusahaan.
· Forum Group Discussion (FGD).
Manajemen dapat mengundang berbagai sumber misalnya konsumen, kritikus, atau karyawan untuk mendiskusikan dan mencari alternatif pengembangan ide-ide baru dari berbagai aspek. Misalnya pengembangan produk baru atau cara pemasaran.
· Email dan intranet.
Pemanfaatan teknologi informasi internet dan intranet di perusahaan akan mempercepat muncul dan mengalirnya kreativitas karyawan atau konsumen. Bahkan mungkin diperlukan satu bidang tersendiri untuk mengumpulkan, mengelompokkan dan mendistribusikan kreativitas tersebut untuk kepentingan Departemen R & D atau pimpinan perusahaan bagi pengambilan keputusan strategis.
· Rapat rutin.
Dapat juga untuk menggali dan menjaring kreativitas peserta rapat dengan melontarkan ide untuk didiskusikan.
· Informasi.
Berkembangnya media informasi berupa majalah, koran, internet dan lainnya yang fokus pada pengembangan manajemen dapat menjadi sumber inspirasi bagi munculnya kreativitas pembaca/pengaksesnya.
· Opini/saran.
Perusahaan dapat mengundang konsultan khusus manajemen untuk memberikan pencerahan dalam pengelolaan dan pengembangan manajemen terkini. Opini atau saran konsultan tersebut dapat mendorong munculnya kreativitas dan inovasi pada semua unsur manajemen.
Untuk memperoleh efektivitas, maka kreativitas yang muncul melalui media-media tersebut harus segera memperoleh respons manajemen bisnis dengan merumuskannya dalam agenda kajian dan penelitian agar dapat segera diwujudkan dalam mengembangkan aspek manajemen terkait. Keterbukaan dan kesadaran manajemen bisnis untuk terus membuat inovasi, sangat dibutuhkan dalam menjaga komitmen pengelola untuk membawa perusahaan pada tujuan kesuksesan bisnisnya.
KESIMPULAN
Dari pemaparan ekonomi kreatif dan manajemen bisnis, dapat kita simpulkan bahwa antara kreatifitas yang timbul harus ada sebentuk manajemen yang baik agar mampu merencanakan, mengontrol, mengarahkan dan meng-aplikasi-kan bentuk-bentuk kreatifitas itu sendiri. Perencanaan yang baik bisa kita dapatkan melalui pengetahuan akan pasar serta kegiatan yang terjadi dimasa sebelumnya. Pengontrolan dan mengaplikasikan setiap kegiatan bisa kita himpun dalam manajemen operasi yang baik serta system service yang berjalan secara berkala dan terpadu.
Untuk mencapai hasil yang sempurna, walaupun tidak ada yang sempurna, kita juga harus memiliki semangat kerja keras yang tinggi, seperti di jelaskan sebelumnnya, ekonomi kreatif merupakan ekonomi yang kejam, dimana dituntut keseriusan dalam menjalankannya dan perputaran ide yang harus selalu cepat tanggap akan peristiwa terkini dalam dunia ekonomi.
Dan pada akhirnya kita menemukan sebuah solusi atas kegagalan atau lebih tepatnya kita sebut dengan ketidakmampuan untuk berbuat lebih banyak pada ekonomi kreatif. Karena fakta yang terjadi adalah, banyaknya pelaku ekonomi kreatif dihadapkan pada ketidak tahuan dalam membangun system manajemen yang baik sehingga terjadi stress dalam mengembangkan kegiatan bisnisnya. Dan pada akhirnya kita temui banyak kegagalan oleh pelaku ekonomi kreatif secara mayoritas yang hanya berjalan secara statis, tidak memperlihatkan peningkatan yang signifikan dan tidak mampu mencapai target yang lebih baik.
Dan pada point terakhir ini, harus kita ingat sekali lagi, bahwa kekuatan mimpilah yang dapat membangun kita untuk dapat berkreasi lebih banyak serta berpikir lebih keras. Oleh karena itu janganlah berhenti untuk bermimpi dan janganlah berhenti untuk terus melangkah, karena dalam pepatah dikatakan, “kita tidak akan mengetahui apa yang terjadi esok hari, jika kita berhenti hari ini”.

ketika mahasiswa tidak lagi produktif
December 3, 2008mahasiswa, kata ini memiliki 2 kosa kata. Maha dan Siswa yang berarti seorang yang sangat terpelajar. seorang yang sangat terpelajar di negeri ini di anggap sebagai manusia paling intelektual. karena di usia yang sangat muda, seorang mahasiswa harusnya mampu untuk melakukan pengembangan diri dan mengambil pelajaran-pelajaran baru, serta mampu mengeksploitasi diri kearah yang lebih baik, mumpuni dan positif, serta harus bisa menemukan dan mencari gagasan baru dalam kehidupan yang bisa menjadi acuan bagi kehidupan globalisasi dunia.
mahasiswa yang dituntut kreatif dan mandiri tidak seharusnya berleha-leha (santai) dalam menghadapi setiap masalah yang ada dalam kehidupan ini. bukan berarti menjadi sok perhatian dalam setiap kejadian yang ada. namun disitulah dituntut kemauan untuk belajar dari mahasiswa. Dan berbesar hatilah kita bisa belajar darimanapun dan mampu menyaring setiap intisari positif dari apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Harusnya kita bisa menunjukkan kedewasaan cara berpikir kita dengan memnyumbangkan semua energy kita untuk kepentingan cara berpikir kita.
dewasa ini kita di hadapkan pada kenyataan era teknologi yang semakin menggila. dimana setiap kegiatan yang kita lakukan bisa di permudah oleh teknologi. teknologi yang hadir, kadang bisa memudahkan mahasiswa dan kadang menyelaratkan mahasiswa secara tidak sadar. ada yang terjerumus kedunia kegemerlapan teknologi, ada yang tertolong dengan hadirnya teknologi. dimana mahasiswa yang aktif membaca buku, belajar dari mulut kemulut, berdiskusi, berkunjung kepada mahasiswa lain, aktif dalam setiap kegiatan? Kenapa mahasiswa sekarang terlena dengan teknologi? Revolusi pasti terjadi, namun budaya masa lalu tidak semestinya kita tinggalakan.
contohnya saja kampus kita tercinta, sebagai orang yang bertugas melakukan pengarahan di bidang UKM dan komunitas, saya melihat hanya 20% mahasiswa saja yang benar-benar aktif dalam setiap kegiatan di kampus. sisanya? 80% lagi atau sekita 1500 mahasiswa lagi berada dimana? dengan kampus yang tidak begitu besar, 1500 mahasiswa lagi entah kemana rimbanya. apa yang mereka kerjakan di luar? apakah mereka sadar betapa pahitnya menjadi orang yang tidak serba bisa dan tidak serba tahu bahwa budaya seorang mahasiswa adalah belajar dan berkembang? disinilah permasalah yang fundamental bagi kehidupan mahasiswa dewasa ini. bukan hanya di IM Telkom saja hal ini terjadi, namun di beberapa lembaga pendidikan juga terjadi hal seperti ini. sangat disayangkan bahwa dengan otak yang masih sangat fresh dan 80% masih sangat tidak terisi dan tidak kita kembangkan menjadi benar-benar terpakai. albert einsten saja menggunakan 20% otaknya untuk bisa menjadi populer hingga saat ini. kita yang mungkin sudah menggunakannya 20% apakah sudah merasa populer? atau belum?
sudah saatnya kita belajar untuk mengembangkan diri, sudah saatnya kita berlari dari kenyataan bahwa isi dunia ini melemahkan kaki-kaki kita, sudah saatnya kita berdiri tegak dari buaian kelalaian kita sendiri. kita tidak seharusnya tertidur akan masalah yang ada. kita mengeluarkan opini-opini dari apa yang kita lihat, tapi apa kita sadar kita telah membangun basic yang kuat untuk menopang opini-opini kita tersebut?
produktifitas mahasiswa dapat dilihat dari keaktifan di kelas, di lingkungan kampus, dari karya-karya yang dihasilkan dan dari kegiatan-kegiatan edukatif yang di ikuti. seperti kata seorang pramudya ananta toer : manusia hidup untuk berkarya, jika ia telah berkarya maka setelah ia mati, ia telah mencorengkan segaris namanya diatas dunia ini dan akan selalu dilihat oleh jutaan umat manusia selanjutnya setelah ia mati.
siapapun anda, darimana pun anda berasal, nikmatilah hidup sebagai mahasiswa, hidup sebagai orang yang memiliki jutaan job desk setiap harinya, hidup dalam kubangan masalah negara, hidup dimana di tuntut untuk menyumbangkan setiap akal pikiran dalam bentuk tertulis setiap harinya, untuk menunjukkan setiap produktifitas anda pada setiap dunia, dan menunjukkan bahwa manusia indonesia, mahasiswa indonesia merupakan manusia yang paling elite dalam masalah pengembangan diri dan ilmu pengetahuan. jerman saja bisa, kenapa indonesia tidak?